Selasa, 18 Juni 2013

Astronomi

3 Dimensi Nebula Cincin diungkap oleh Teleskop Hubble



Hal yang paling berkesan saat kita melihat Nebula Cincin adalah kenampakannya yang mirip seperti lingkaran menakjubkan dari tipisnya gas antar bintang, namun gambar terbaru dari teleskop luar angkasa hubble mengungkap lebih dari apa yang kita saksikan saat ini. Para ilmuwan mengatakan, nebula Cincin justru tampak seperti agar-agar berbentuk donat.
Gambar terbaru yang diambil oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble memungkinkan astronom untuk mengambil detail dari Nebula Cincin yang lebih dari detail pengambilan gambar sebelumnya serta mengungkap gambaran struktur tiga dimensi dari nebula.
Nebula cincin tidak seperti roti bagel melainkan ia seperti donat jeli karena ditengah-tengahnya diisi oleh material” Kata Robert C. O’Dell, seorang astronom dari Universitas Vanderbilt di Nashville.
Selain melihat gambar baru, astronom mampu membuat video dari struktur Nebula cincin dengan data yang dimiliki oleh Teleskop luar angkasa hubble.
Mengungkap karakteristik nebula Cincin, terletak dikonstelasi lyra – nebula cincin berjarak 2000 tahun cahaya dari bumi dan memiliki lebar sepanjang 1 tahun cahayaNebula ini terbentuk pada 4000 tahun yang lalu ketika sebuah bintang yang bermassa beberapa kali massa matahari mati karena kehabisan bahan bakarnya nuklirnya. Bintang kemudian membengkak menjadi raksasa merah besar dan kemudian mulai melepaskan lapisan terluar yang berupa gas dan runtuh kedalam inti hingga menjadi bintang kerdil putih. Kuatnya sinar ultraviolet yang memancar dari bintang, memanaskan gas disekitar bintang dan mengakibatkan nya bersinar, Jelas dari peneliti Hubble.
Hingga kini Nebula cincin merupakan target pengamatan langit yang sangat populer bagi kalangan astronom amatir karena bentuknya seperti cincin yang mengarah ke bumi kita sehingga ia menjadi objek yang sangat mudah untuk diidentifikasi dan dilihat melalui teleskop. Namun dibalik itu semua, dari pengamatan teleskop luar angkasa hubble sejatinya nebula cincin tidaklah berbentuk cincin yang sempurna.


Foto close-up dengan panjang gelombang cahaya tampak oleh teleskop luar angkasa Hubble yang mengungkapkan detail baru dari Nebula Cincin. Kenampakan objek ini tepat mengarah wajah bumi kita sehingga memungkinkan para astronom dapat melihat kenampakan cincin sang nebula. Pengamatan Hubble mengungkapkan bahwa bentuknebula cincin lebih rumit dari yang selama ini astronom pikirkan. Gas biru dipusat nebula sebenarnya memiliki struktur berbentuk seperti bola yang menembus kemateri seperti donat merah disekelilingnya. Gambar dirilis 23 Mei 2013. Sumber: NASA, ESA, (STScI/AURA)-ESA/Kolaborasi Hubble.

Ilustrasi ini menggambarkan pandangan dari samping Nebula Cincin, sebagaimana disimpulkan oleh para astronom menggunakan pengamatan Hubble. Fitur yang berbentuk donat di tengah gambar adalah cincin utama. Lobus atas dan bawah cincin terdiri dari struktur berbentuk bola yang menembus cincin. Padatnya gas knots tertanam disepanjang tepi cincin. Gambar dirilis 23 Mei 2013.
Nebula cincin akan terus berkembang keluar pada kecepatan yang sangat tinggi dari 43.000 mph atau 69.200 km per jam dan akan terus mengembang keluar selama 10.000 tahun kedepan. Dengan mempelajari nebula, para peneliti berharap untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana matahari yang merupakan bintang usia menegah akan mati dalam 6 miliar tahun kedepan. O’dell menambahkan “”Ketika matahari menjadi kerdil putih, ia akan memanas lebih lambat setelah itu menyemburkan gas kelapisan luarnya, Materi akan menjauh setelah bintang menjadi cukup panas untuk menerangi gas. Jarak yang lebih besar ini mengartikan nebula matahari akan lebih redup karena gas yang tersembur jauh lebih luas.”
Sumber : Space.com

Astronomi


HYPERNOVA



"Apa itu Hypernova?"

Nova
Sebuah bintang secara mendadak mengalami peningkatan kecerlangan. Peristiwa ini disebut Nova yang dalam bahasa latin memiliki arti “bintang baru”. Disebut bintang baru karena, bintang yang biasanya redup dan tidak dapat dilihat dengan mata tanpa alat, tiba-tiba menjadi obyek yang sangat terang di langit ketika ia menjadi nova.

Nova merupakan ledakan bintang yang terjadi di katai putih dengan terang maksimum -1,1 magnitudo dan minimum hanya 10.5 magnitudo. Teori menyatakan kalau peristiwa nova terjadi sebagai akibat dari bintang yang kembali menyala setelah tidur panjang, Nova diperkirakan terjadi di permukaan bintang katai putih yang berada di dalam sistem bintang ganda berdekatan. Pasangannya adalah bintang raksasa merah yang jejarinya mengembang sedemikian besar hingga terjadi aliran materi ke katai putih pasangannya. Materi yang masih kaya hidrogen itu mencapai permukaan katai putih yang sangat panas maka dipiculah sebuah ledakan di permukaan bintang yang tiba-tiba cerlang.

Karena itu, bagi astronom di masa lalu, ketika sebuah bintang redup yang tak pernah tampak di langit kemudian tiba-tiba muncul dengan sangat terang maka mereka pun menyebutnya nova si bintang baru.

Supernova
Selain nova, ada peristiwa ledakan yang lebih dasyat lagi yang kita kenal sebagai ledakan supernova. Nama supernova di dapat dari peristiwa terangnya sebuah bintang yang jauh lebih terang dari nova. Supernova merupakan peristiwa ledakan bintang yang milyaran kali lebih terang dari nova dan dikenal sebagai salah stau cara bintang mengakhiri hidupnya. Peningkatan kuat cahayanya kira-kira 8 kali lebih besar dari nova.

Supernova sebagai peristiwa ledakan bintang memiliki 2 tipe yang salah satunya mirip nova yang melibatkan bintang katai putih. Kecerlangan supernova bisa 8 magnitudo lebih besar dari nova. Kedua tipe supernova itu adalah:

Tipe Ia : Ledakan yang terjadi pada sistem bintang ganda dimana bintang katai putih mengakresi materi dari bintang pasangannya. Para astronom sendiri masih memperdebatkan bintang pasangan seperti apa dari katai putih yang bisa menciptakan ledakan bintang tipe Ia. Tapi, berdasarkan teori, bintang pasangannya ini bisa memberi massa yang cukup besar bagi bintang katai putih sehingga inti bintang katai putih mencapai kerapatan kritisnya. Akibatnya terjadi pembakaran karbon dan oksigen yang tidak terkontrol sehingga memicu bintang meledak.

Tipe II : Supernova tipe II merupakan ledakan yang terjadi di akhir kehidupan bintang masif (5 – 10 massa Matahari), ketika bintang kehabisan bahan bakar untuk melakukan pembakaran di inti bintang. Jika inti bintang cukup masif maka akan terjadi keruntuhan inti bintang yang memicu terjadinya ledakan supernova.

Hypernova
Nova dan Supernova sudah sering didengar dan dikenal. bagaimana dengan Hipernova. Kalau menilik dari nama maka hipernova merupakan supernya super super nova. Ok singkatnya hipernova merupakan peristiwa yang jauh lebih dasyat dari supernova.

Setidaknya smapai dengan tahun 1982, para astronom dalam literatur menyebutkan kalau hipernova merupakan keruntuhan inti yang memicu terjadinya supernova yang kecerlangannya > 100 supernova pada umumnya. Selain itu hipernova juga diasosiasikan dengan ledakan bintang masif populasi 3 dan bergabungnya lubang hitam supermasif.

Tapi pemahaman itu sudah berubah dan saat ini hipernova mengacu pada kerutuhan inti bintang masif yang massanya lebih dari 30 massa Matahari dan ada teori yang menyatakan lebih dari 100 massa Matahari. Ledakan bintang masif tersebut akan langsung dikelompokkan sebagai hipernova tanpa melihat apakah kecerlangannya lebih cerlang dari supernova pada umumnya atau tidak. Meskipun dalam kenyataan, ketika hipernova terjadi kecerlangannya lebih cerlang dari supernova dan menghasilkan energi 100 kali lebih besar dari supernova.

Teori hipernova mengemukakan beberapa kemungkinan. Yang pertama, hipernova merupakan ledakan bintang yang sangat masif yang berputar sangat cepat dan memiliki medan magnet yang juga sangat besar. Penjelasan lain menyatakan hipernova terjadi katika salah satu bintang dalam bintang ganda bertabrakan dan bergabung dengan bintang pasangannya.

Meskipun belum dapat dipastikan proses mana yang tepat namun yang bisa dipastikan, yang bisa diketahui hanyalah terbentuknya lubang hitam dan pelepasan energi dalam jumlah besar dalam bentuk sinar gamma.

Sinar gamma merupakan bentuk cahaya yang sangat energetik aka kuat yang memiliki energi 10000 – 10 juta lebih banyak dari cahaya yang dilihat mata. Karena itu hipernova saat ini diasosiasikan dengan gamma-ray burst (GRB) yang memancarkan radiasi elektromagnetik sangat kuat dengan total energi jauh lebih besar dari supernova. GRB durasi panjang memiliki jet atau ledakan dasyat yang melesat ke angkasa, dari kutub piringan akresi sementara yang terbentuk di sekeliling lubang hitam di jantung inti bintang yang runtuh. GRB durasi pendek yang juga menciptakan jet diyakini merupakan hasil gabungan dua bintang netron atau bergabungnya bintang netron dan lubang hitam. Secara intrinsik GRB ini jauh lebih cerlang dari supernova.

Secara singkat, hipernova yang juga disebut collapsar merupakan ledakan sinar gamma yang sangat cerlang yang terjadi dari keruntuhan inti bintang yang sangat masif.

Hipernova sendiri sudah ditemukan jejaknya yakni pada MF83 dan NGC5471B, yang berada di galaksi spiral M101. Selain itu jejak hipernova juga ditemukan pada tahun 2002 di M74 ketika salah satu bintang masif meledak. Ledakan sinar gamma. GRB 030329, yang dilihat pada tahun 2003 juga diketahui memiliki spektrum yang cocok dengan ciri-ciri hipernova. GRB yang terjadi pada jarak 2.6 milyar tahun cahaya tersebut terjadi di area Rasi Leo dan diamati oleh High Energy Transient Explorer (HETE-II) milik NASA.

Salah satu bintang yang diduga akan berakhir sebagai hipernova di masa depan adalah bintang Eta Carina di rasi Carina.

Keterangan Foto: Jejak ledakan bintang yang jadi kandidat hipernova.
Credit: Y. Chu (UIUC) et al., POSS, ROSAT, MDM, HST / APOD

Source: http://langitselatan.com/2013/06/08/apa-itu-hipernova/